Tampilkan postingan dengan label Suara Hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Suara Hati. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Agustus 2010

Aku Akan Tetap Berdiri

Sekian lama kutapaki jalan terjal
Aku tetap berdiri
Meski kakiku makin terpaku kaku
Kubisa bergerak

Aku akan tetap berdiri
Selama ruhku belum beranjak
Aku kan selalu bergerak
Selama jasadku masih tegak
Jangan kau paksa aku tuk berhenti
Wahai suara dalam hati
Jangan kau cegat semua langkah
Wahai gejolak dalam jiwa
Asaku takkan pudar
Harapku takkan padam
Usahlah kau coba menguji
Aku akan tetap berdiri

Tangerang, 27 Agustus 2007

Jumat, 13 Agustus 2010

(sejenak terhenti)

Untuk postingku yang ke-51 ini atau sebenarnya jika diurutkan dari tulisan-tulisan di bukuku adalah yang ke-25 aku sengaja memberi tajuk (saatnya terhenti), mungkin kalian bertanya-tanya mengapa hal ini aku lakukan.

Hal ini memang sengaja aku lakukan karena aku merasa tak selayaknya aku publikasikan tulisan yang ke-15 ini, tersebab sebenarnya tulisanku yang satu ini berisi ungkapan kekesalan dan kegeramanku kepada seorang sahabat yang melupakanku dalam keterpurukanku dan kini ia telah tiada selamanya.

Jikapun aku publikasikan akan membuatku tersiksa oleh perasaan menyesal dan bersalah. Setelah sekian lama aku simpan semua kenangan dalam kalbuku, hingga anganku pun tertuju pada takdir kelam itu. Ya, takdir kelam, legam. Aku tak kuasa mengungkap kegetiran yang kurasa, tak sanggup menguak kengiluan luka di dada.

Untuk sahabatku, selamat jalan. Takkan pernah aku melupakan saat-saat indah bersamamu :(.

Sabtu, 07 Agustus 2010

Sejati Kutlah Mati

Lihat! Lihatlah semua padaku!
Lihatlah jasadku! Kalian pasti anggap aku masih hidup
Tapi... Sejatinya aku tlah mati
Aku bak mayat yang hidup
Jiwaku tlah mati
Terbenam dalam penderitaan
Hidupku tak berarti
Kuterlahir dalam ketidaksempurnaan
Hidupku selalu penuh derita
Padahal kuingin buat ibuku tersenyum
Kuingin buat ayahku bangga
Kuingin buat kakak dan adikku tertawa, bahagia
Sungguh keinginan yang tak pernah kutemui
Dalam kisahku selama ini

Tangerang, 02 Juli 2007

Kamis, 05 Agustus 2010

Gejolak Hati

Hatiku bergejolak
Ketika kembali kau hadir dalam penantianku
Cinta, cemburu dan nafsu selalu iringi
Permainan kehidupan yang lelah
Kadang kurasa ini tak adil bagiku
Namun mungkin inilah akhir kehidupanku
Yang selalu terasing, disudutkan pada ketololanku sendiri
Ketidakmampuanku semakin siksa diriku
Yang tak mampu mengungkap
Sepenggal rasa yang beriku kesejukan
Meski hanya sejenak
Satu saat kucoba
Kais serpih-serpih harap
Yang tlah terbuang untuk kusatukan
Dan kupersembahkan kepada dirimu, namun kuragu
Dapatkah kau terima dan kau jadikan
Sesuatu yang dapat mengilhami jalan pikiranmu

Klaten, 13 Oktober 2006

Selasa, 03 Agustus 2010

Riak Jiwa

meredup-menyesak-menikam jiwa-mengikis kalbu-meluluh rasa-menusuk pikir-menjejak nalar-hilangkan akal-tinggalkan bara-asa kan pudar-ingkarkan gejolak rasa

Klaten, 05 April 2006