Tampilkan postingan dengan label Tentangku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tentangku. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Agustus 2010

Jawab Cintaku, Sempurnakan Hidupku

Kaulah jawaban semua mimpiku
Sempurnakanlah hidupku dengan cintamu
Topanglah tubuhku saatku merasa lemah
Papah diriku saat kutak mampu beranjak

Hidupku kan berarti jika ada kasih di hati
Duniaku kan berhias saat cinta bersemi
Jangan pernah merasa tak mampu
Tuk ulurkan segenggam rasa padaku

Usah kau ikuti aliran batin
Sebab dia tak selalu nyata
Lawanlah hembusan nurani
Dan coba tuk mengenal cinta

Jawablah bisikan cintaku
Dengan lakuan yang ayu
Tuntunlah semua jiwamu
Menari bersama jiwaku

Kita usir sepi bersama
Kita ukir takdir berdua
Lepaskan semua rindu
Duduk bersama tuk melagu

Tangerang, 27 Agustus 2007

Aku Akan Tetap Berdiri

Sekian lama kutapaki jalan terjal
Aku tetap berdiri
Meski kakiku makin terpaku kaku
Kubisa bergerak

Aku akan tetap berdiri
Selama ruhku belum beranjak
Aku kan selalu bergerak
Selama jasadku masih tegak
Jangan kau paksa aku tuk berhenti
Wahai suara dalam hati
Jangan kau cegat semua langkah
Wahai gejolak dalam jiwa
Asaku takkan pudar
Harapku takkan padam
Usahlah kau coba menguji
Aku akan tetap berdiri

Tangerang, 27 Agustus 2007

Sabtu, 14 Agustus 2010

Tangerang, Tiga Belas Juli Dua Ribu Tujuh

Tengah malam kududuk di depan pintu
Yang menjadi saksi bisu kisah hidupku di Tangerang ini
Sambil menghisap asap sebatang Sampoerna Kretek
Kugerakkan penaku
Pada secarik kertas bergaris
Yang membentuk sebuah buku
Buku yang kudapat karna campur tangan Tuhanku
Ya, campur tangan Tuhanku
Sebab buku ini kuperoleh
Setelah Tuhan menggetarkan Bumi Yogyakarta dan Jawa Tengah
Pada Sabtu pagi 27 Mei tahun lalu
Ingin kutulis bait tentang kebahagiaan
Namun kutak kuasa melakukannya
Tersebab yang kurasakan saat ini hanya derita
Kebahagiaan tlah lama pergi dari hidupku
Entah kapan lagi kudapati
Diiringi nyanyian seekor jangkrik
Kuterus menggeser penaku
Dari kiri ke kanan, memenuhi setiap baris kertasku
Kutap peduli apa kata mereka tentang apa yang kutulis
Ku tetap menyeret penaku
Meski puluhan serangga penghisap darah hinggap di tubuhku
Dan mengambil setetes darah di dalamnya

Pun akhirnya kuakhiri gerak penaku
Dengan membubuhi kota dan tanggal hari ini
Tangerang, tiga belas Juli dua ribu tujuh

Tangerang, 13 Juli 2007

Rabu, 11 Agustus 2010

Masih Pantaskah Kumenunggu

Masih pantaskah kumenunggu
Satu keajaiban menghampiriku
Lepaskanku dari belenggu
Yang kian buat kaku jasadku

Dalam kesunyian kusendiri
Memaksa penaku tuk menari
Dibayangi takdir legam
Di tengah kelamnya malam

Masih pantaskah kumenunggu
Datangnya bahagia dalam dukaku
Lepaskanku dari belenggu
Yang mendekap erat tiap sendiku

Dalam rintik hujan kumenangis
Karna nadiku serasa diiris
Berharap air mata ini pergi
Hingga tiada lagi duka di hati

Tangerang, 13 Juli 2007

Ingin Ku Kembali

Maafkan kutak mampu
Menepis segala egoku
Kutlah membuatmu menangis
Kutlah membuatmu terluka
Tergores oleh angkuhku

Andai semua kembali
Kala kau sunggingkan senyuman
Ketika indah matamu menatapku
Penuh arti...

Inilah penyesalan
Mereka bilang penyesalan tiada arti
Tak begitu bagiku
Penyesalan membuatku berubah
Ia tlah ajarkan padaku
Bagaimana menghargai hati

Karna onggokan hati dalam tubuhkupun merasakannya
Namun ku butuh waktu tuk pulihkan
Luka yang kubuat sendiri

Saat itu kuingin kita
Satukan kembali hati
dan sempurnakan hidup
dengan cinta yang pernah padam

Tangerang, 12 Juli 2007

Senin, 09 Agustus 2010

Tersesat Kembali

Kembali kumerasa resah
Saat ruang gelap tak dapat kuarungi
Ketika cahaya terang tak lagi datang
Tambatan pun tak dapat kuraih
Langkahku kian gontai
Kembali kutersesat dalam cerita hidupku
Kaki inipun terasa teringkuh kukuh
Hingga tak mampu kubergerak
Melepas bayang-bayang kepedihan

Tangerang, 12 Juli 2007

Gelap Hati

Duduk kusendiri
Menatap sang gelap yang tak pernah beranjak pergi
Gelap dan gelap yang kudapati
Meski terpancar terang
Karya Thomas Alfa Edison
Namun takkan mampu terangi hatiku
Karena sejatinya hatiku tlah buta
Tak mampu lagi melihat hidup

Tangerang, 06 Juli 2007

Sabtu, 07 Agustus 2010

Sejati Kutlah Mati

Lihat! Lihatlah semua padaku!
Lihatlah jasadku! Kalian pasti anggap aku masih hidup
Tapi... Sejatinya aku tlah mati
Aku bak mayat yang hidup
Jiwaku tlah mati
Terbenam dalam penderitaan
Hidupku tak berarti
Kuterlahir dalam ketidaksempurnaan
Hidupku selalu penuh derita
Padahal kuingin buat ibuku tersenyum
Kuingin buat ayahku bangga
Kuingin buat kakak dan adikku tertawa, bahagia
Sungguh keinginan yang tak pernah kutemui
Dalam kisahku selama ini

Tangerang, 02 Juli 2007

Jumat, 06 Agustus 2010

Takdirku

Masih kumeratapi takdirku
Takdir kelam, suram
Kadang ingin kupecahkan saja kepala ini
Karena kutak sanggup lagi
Mendengar cemooh mereka
Melihat mereka tertawa
Ha... Ha...
Aku ikut tertawa, lalu terdiam
Sehina yang mereka anggapkah diriku?
Ya, aku pantas ditertawakan
Mereka tak salah
Aku terlalu hina
Hingga hidupku terasingkan

Tangerang, 02 Juli 2007

Kamis, 05 Agustus 2010

Langkah Kehidupan

Berjalan kusendiri, di tengah kegalauan hati
Bukan tanpa tujuan
Kuingin mengisi kehidupan
Kuingin seka air mata Ibuku, dengan jemariku yang kaku
Kuingin buat Bapak tersenyum, dari derita di sungsum
Namun, terasa lelah kaki ini, hingga kubersandar
Untuk pulihkan sendi, pun akhirnya kusadar
Betapa kutak mampu bergerak
Tanpa kehadiranmu
Wahai Tuhanku
Tolonglah hambamu

Tangerang, 16 Maret 2007

Gejolak Hati

Hatiku bergejolak
Ketika kembali kau hadir dalam penantianku
Cinta, cemburu dan nafsu selalu iringi
Permainan kehidupan yang lelah
Kadang kurasa ini tak adil bagiku
Namun mungkin inilah akhir kehidupanku
Yang selalu terasing, disudutkan pada ketololanku sendiri
Ketidakmampuanku semakin siksa diriku
Yang tak mampu mengungkap
Sepenggal rasa yang beriku kesejukan
Meski hanya sejenak
Satu saat kucoba
Kais serpih-serpih harap
Yang tlah terbuang untuk kusatukan
Dan kupersembahkan kepada dirimu, namun kuragu
Dapatkah kau terima dan kau jadikan
Sesuatu yang dapat mengilhami jalan pikiranmu

Klaten, 13 Oktober 2006

Sepenggal Kisah Hidup

Malam sunyi menuntun angan
Kembali masuki ruang terang
Dimana angkuh batu dapat terkoyak
Pun ombak mampu bersenandung
Melagukan kidung cinta
Membuai pikirku tuk masuk
Namun semua hanya sisakan rindu dalam kalbu

Andai semua dapat kau dengar
Andai semua dapat kau rasa
Sejuta angan kan terbuang
Kan tercipta keajaiban dalam hati

Namun ini bukan akhir perjalanan hidup
Pergolakan panjang masih menghadang
Rintangan tak henti memberi irama
Pada sebait kisah perjalanan hidupku
Entah dimana ujungnya berada

Coba kucari tepian, tuk sejenak sandarkan tubuhku
Yang tak mampu tolak gejolak hati
Dan tak kuasa bergerak tuk kikis kepedihan

Semua tlah hilang
Coba lari kukejar waktu
Tuk kembali ke masa itu
Namun belenggu ini terlalu pekat
Hingga terkubur dalam pusara jiwa

Klaten, 12 Oktober 2006

Selasa, 03 Agustus 2010

Menjaga Dunia

Ketika tak dapat menyapamu,
kukan mati
Ketika tak mampu menggapaimu,
kukan hancur

Hancur, lebur
Hilang, terbang
Kukan jaga dunia
Kujaga dari kegelapan hati nurani

Klaten, 05 April 2006

Keangkuhan Hati

Kuterjebak dalam keindahan
Yang membuatku tak merasa
Kelamnya dunia
Kutlah hilang,
Hilang dari keangkuhan hati

Klaten, 05 April 2006

Kesunyian

Meski surya sinari bumi
Hingga pancarnya hangatkan hati
Meski embun pagi basahi tanah
Hingga tetesnya segarkan jiwa
Bijak hatiku tlah terampas
Terguncang dan luruh dalam kehampaan
Tenggelam dalam kesunyian
Betapa kutak mampu
Menerobos kegelapan hatiku
Yang terhimpit dalam angkuhnya jiwa

Klaten, 29 Maret 2006

Tersesat

Resah kurasa, bak terasing
Dalam ruang gelap tak bertepi
Kucari-cari seberkas titik cahaya
Yang sesaat datang
Namun akhirnya terbang, menghilang
Coba kuraih tambatan
Sebagai pedoman langkah gopohku
Yang kian gontai
Pun akhirnya kuterjatuh dalam penyesalan
Hingga hidupkupun terbuang
Lenyap dengan sia-sia
Mampukah kubangkit lagi?
Dengan kaki-kaki ini
Tanpa campur tanganmu
Kurasa takkan mampu
Oh... Tuhan! Tolonglah...

Klaten, 13 Februari 2006

Senin, 07 Juni 2010

SENYUM TANPAMU

Tak perlu kau hentikan langkah dan berpaling padaku
Jalanmu tak harus terhenti
Aku tak harap semua iba yang kau hadirkan
Biarkan aku memeluk erat bayang-bayang kerinduan
Aku masih tetap tersenyum

Klaten, 07 Juni 2010