Tampilkan postingan dengan label Tiada Asa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tiada Asa. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Agustus 2010

Tersesat Kembali

Kembali kumerasa resah
Saat ruang gelap tak dapat kuarungi
Ketika cahaya terang tak lagi datang
Tambatan pun tak dapat kuraih
Langkahku kian gontai
Kembali kutersesat dalam cerita hidupku
Kaki inipun terasa teringkuh kukuh
Hingga tak mampu kubergerak
Melepas bayang-bayang kepedihan

Tangerang, 12 Juli 2007

Sabtu, 07 Agustus 2010

Sejati Kutlah Mati

Lihat! Lihatlah semua padaku!
Lihatlah jasadku! Kalian pasti anggap aku masih hidup
Tapi... Sejatinya aku tlah mati
Aku bak mayat yang hidup
Jiwaku tlah mati
Terbenam dalam penderitaan
Hidupku tak berarti
Kuterlahir dalam ketidaksempurnaan
Hidupku selalu penuh derita
Padahal kuingin buat ibuku tersenyum
Kuingin buat ayahku bangga
Kuingin buat kakak dan adikku tertawa, bahagia
Sungguh keinginan yang tak pernah kutemui
Dalam kisahku selama ini

Tangerang, 02 Juli 2007

Jumat, 06 Agustus 2010

Takdirku

Masih kumeratapi takdirku
Takdir kelam, suram
Kadang ingin kupecahkan saja kepala ini
Karena kutak sanggup lagi
Mendengar cemooh mereka
Melihat mereka tertawa
Ha... Ha...
Aku ikut tertawa, lalu terdiam
Sehina yang mereka anggapkah diriku?
Ya, aku pantas ditertawakan
Mereka tak salah
Aku terlalu hina
Hingga hidupku terasingkan

Tangerang, 02 Juli 2007

Kamis, 05 Agustus 2010

Remuk

Mati sudah asa di jiwaku
Pupuslah impianku
Hilang jua akal dan nalarku
Tersibak angkuhnya dinding gelap
Bilur-bilur harap yang tersisa tiada lagi
Remuk sudah

Klaten, 13 Mei 2006

Selasa, 03 Agustus 2010

Jasad

Kubunuh asaku
Kuingkari nalarku
Meski hatiku mencoba berontak
Harap dan pintaku tak lagi terucap
Sungguh tiada lagi yang tersisa dari jiwaku
Yang tertinggal hanya jasadku
Yang kini membeku
Ya Allah berikan petunjukmu

Klaten, 05 April 2006

Kesunyian

Meski surya sinari bumi
Hingga pancarnya hangatkan hati
Meski embun pagi basahi tanah
Hingga tetesnya segarkan jiwa
Bijak hatiku tlah terampas
Terguncang dan luruh dalam kehampaan
Tenggelam dalam kesunyian
Betapa kutak mampu
Menerobos kegelapan hatiku
Yang terhimpit dalam angkuhnya jiwa

Klaten, 29 Maret 2006

Tersesat

Resah kurasa, bak terasing
Dalam ruang gelap tak bertepi
Kucari-cari seberkas titik cahaya
Yang sesaat datang
Namun akhirnya terbang, menghilang
Coba kuraih tambatan
Sebagai pedoman langkah gopohku
Yang kian gontai
Pun akhirnya kuterjatuh dalam penyesalan
Hingga hidupkupun terbuang
Lenyap dengan sia-sia
Mampukah kubangkit lagi?
Dengan kaki-kaki ini
Tanpa campur tanganmu
Kurasa takkan mampu
Oh... Tuhan! Tolonglah...

Klaten, 13 Februari 2006

Senin, 07 Juni 2010

SENYUM TANPAMU

Tak perlu kau hentikan langkah dan berpaling padaku
Jalanmu tak harus terhenti
Aku tak harap semua iba yang kau hadirkan
Biarkan aku memeluk erat bayang-bayang kerinduan
Aku masih tetap tersenyum

Klaten, 07 Juni 2010